
Ramadhan dalam Persepektif Teologi Islam
- Jumlah Halaman: 126
- Bahasa: Indonesia
- Penerbit: Prof. Salamuddin
- Tanggal Terbit: 15 Agustus 2026
- Gratis
Tujuan hakiki dari setiap ibadah selain penghambaan diri T pada Allah adalah pembentukan karakter seorang Muslim yang dalam Al-Qur’an diistilahkan dengan taqwa. Mampu mengendalikan diri adalah stressing poin dari latihan menahan lapar dan dahaga serta segala sesuatu yang membatalkan pahala ibadah puasa. Makanan dan minuman yang halal tidak semestinya dinikmati dan diteguk sesuai hasrat biologis, tetapi mesti dikonsumsi sesuai kebutuhan, bukan keinginan.
Memperturutkan keinginan tidak baik bagi kesehatan fisik manusia karena kontraproduktif bagi fitrah eksistensi dan kapasitas penciptaannya.Cukup merupakan standar ideal bagi tubuh agar tetap sehat dan metabolismenya berjalan dengan benar sesuai kebutuhan. Berlebihan akan berakibat pada pemaksaan fungsi tubuh dan berdampak pada penumpukan protein, gizi, lemak dan sebagainya dan merusak keseimbangan.
Berpuasa mengajarkan bagi setiap Muslim untuk mampu mengendalikan diri hanya mengkonsumsi sesuai kebutuhan.
Islam sebagai agama paripurna tidak hanya peduli pada satu unsur pembentuk manusia, yaitu fisik tetapi juga jiwa. Berpuasa juga sarana melatih jiwa agar terbina menjadi terpuji dan jauh dari tercela.

