Headline Artikel
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » KUII VIII 2026: Kongres Umat Islam Bersatu

KUII VIII 2026: Kongres Umat Islam Bersatu

  • account_circle samarainstitut
  • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
  • visibility 19
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

#Berita KUII VIII 2026 Terkini dan Terbaru Hari Ini - Inilah.com

Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan menggelar Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII pada 24–26 Juli 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta. Acara lima tahunan tersebut bertema “Umat Bersatu, Bangsa Berdaulat, Negara Kuat”. Presiden Joko Widodo dijadwalkan membuka kongres pada hari pertama, Jumat 24 Juli 2026. KUII VIII akan menjadi wadah konsolidasi sekitar 87 organisasi Islam (di bawah payung MUI) dari seluruh tanah air, untuk berdialog membahas isu-isu kebangsaan (demokrasi, ekonomi, hukum, dll).

  • KUII VIII digelar 24–26 Juli 2026 dengan tema “Umat Bersatu, Bangsa Berdaulat, Negara Kuat”.
  • Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan hadir dan membuka kongres pada 24 Juli 2026.
  • Kongres melibatkan sekitar 87 ormas Islam, menjadikannya forum besar lintas ormas yang difasilitasi MUI.
  • Wakil Ketua MUI KH Marsudi Syuhud menyatakan bahwa KUII adalah amanat lima tahunan untuk menyatukan suara Islam.
  • Berbagai isu strategis (ketahanan pangan, kebijakan nasional, akhlak bangsa, dll.) akan dibahas dalam sidang pleno bersama tokoh negara, akademisi, dan tokoh agama.

“Acara ini akan dibuka oleh Presiden, yaitu pada tanggal 24 Juli kira-kira jam 16.00. Setelah itu dilanjutkan dengan sidang pleno-pleno,” kata Wakil Ketua Umum MUI KH Marsudi Syuhud.

KUII VIII diharapkan memperkuat persatuan umat Islam dan mengeluarkan rekomendasi yang konstruktif bagi negara. Kehadiran kepala negara menandakan pentingnya peran organisasi Islam dalam membangun bangsa. Dengan melibatkan banyak ormas, MUI menegaskan perannya sebagai “rumah besar umat Islam” yang menampung berbagai aspirasi umat. Kongres ini juga menjadi ajang validasi kebijakan keagamaan dan sosial agar sejalan dengan kebutuhan kebangsaan saat ini.

Sumber: Detik (22 Jul 2026); MUI Digital (21 Jul 2026).

  • Penulis: samarainstitut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Temuan Situs Bongal Berpotensi Mengubah Sejarah Awal Islam di Nusantara

    Temuan Situs Bongal Berpotensi Mengubah Sejarah Awal Islam di Nusantara

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle samarainstitut
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Tapanuli Tengah, Sumatera Utara — Sejumlah temuan arkeologi di Situs Bongal, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, dinilai berpotensi mengubah pemahaman mengenai sejarah awal masuknya Islam ke Nusantara. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyebut terdapat temuan yang mengindikasikan kehadiran Islam pada rentang abad ke-7 hingga ke-8 Masehi, jauh lebih awal dibandingkan narasi yang selama ini banyak […]

  • Khutbah Jumat: Pengertian, Hukum, Rukun, dan Hikmah bagi Umat Islam

    Khutbah Jumat: Pengertian, Hukum, Rukun, dan Hikmah bagi Umat Islam

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle samarainstitut
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Khutbah Jumat merupakan salah satu bagian penting dalam pelaksanaan salat Jumat. Setiap hari Jumat, umat Islam laki-laki yang memenuhi syarat berkumpul di masjid untuk melaksanakan ibadah yang memiliki kedudukan khusus dalam Islam. Sebelum salat Jumat dilaksanakan, terdapat khutbah yang disampaikan oleh khatib sebagai nasihat dan pengingat bagi jamaah. Khutbah Jumat bukan sekadar ceramah biasa. Di […]

  • Misteri dan Sejarah Maqam Ibrahim: Batu yang Menjadi Saksi Pembangunan Ka’bah

    Misteri dan Sejarah Maqam Ibrahim: Batu yang Menjadi Saksi Pembangunan Ka’bah

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle samarainstitut
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Maqam Ibrahim merupakan salah satu tempat bersejarah yang berada di sekitar Ka’bah, Masjidil Haram, Makkah. Meskipun disebut “maqam” atau tempat berdiri, Maqam Ibrahim bukanlah makam Nabi Ibrahim AS. Nama tersebut merujuk pada sebuah batu yang dalam tradisi Islam dikaitkan dengan Nabi Ibrahim AS ketika membangun Ka’bah bersama putranya, Nabi Ismail AS. Batu ini menjadi salah […]

  • Fikih Muamalah di Era Digital: Bagaimana Islam Memandang Jual Beli Online?

    Fikih Muamalah di Era Digital: Bagaimana Islam Memandang Jual Beli Online?

    • calendar_month 22 jam yang lalu
    • account_circle samarainstitut
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Perkembangan teknologi mengubah cara manusia melakukan transaksi. Jika dahulu jual beli dilakukan dengan bertemu langsung di pasar atau toko, kini seseorang dapat membeli barang hanya melalui smartphone. Belanja online telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat modern. Namun, muncul pertanyaan menarik bagi umat Islam: bagaimana fikih memandang transaksi yang dilakukan secara digital? Persoalan tersebut termasuk dalam […]

  • Fikih dalam Kehidupan Sehari-hari: Mengapa Muslim Perlu Memahaminya?

    Fikih dalam Kehidupan Sehari-hari: Mengapa Muslim Perlu Memahaminya?

    • calendar_month 23 jam yang lalu
    • account_circle samarainstitut
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Ketika mendengar kata fikih, sebagian  orang mungkin langsung membayangkan pembahasan tentang salat, wudu, puasa, atau zakat. Padahal, cakupan fikih jauh lebih luas. Fikih berkaitan dengan berbagai aturan yang membantu seorang Muslim menjalani kehidupan sesuai dengan tuntunan Islam. Secara sederhana, fikih dapat dipahami sebagai ilmu yang membahas hukum-hukum praktis dalam kehidupan seorang Muslim berdasarkan dalil-dalil syariat. […]

  • Ragam Muslim di Dunia: Mengenal Keberagaman Umat Islam dalam Budaya dan Tradisi

    Ragam Muslim di Dunia: Mengenal Keberagaman Umat Islam dalam Budaya dan Tradisi

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle samarainstitut
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Islam merupakan agama yang dianut oleh masyarakat dari berbagai penjuru dunia. Mulai dari Asia, Timur Tengah, Afrika, Eropa, hingga Amerika, umat Islam hidup dalam lingkungan sosial dan budaya yang beragam. Perbedaan tersebut membuat kehidupan masyarakat Muslim memiliki banyak warna, mulai dari bahasa, pakaian, makanan, hingga tradisi. Meskipun memiliki latar belakang budaya yang berbeda, umat Islam […]

expand_less