Misteri dan Sejarah Maqam Ibrahim: Batu yang Menjadi Saksi Pembangunan Ka’bah
- account_circle Prof. Dr. Salamuddin, S. Ag, M.A.
- calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
- visibility 21
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Maqam Ibrahim merupakan salah satu tempat bersejarah yang berada di sekitar Ka’bah, Masjidil Haram, Makkah. Meskipun disebut “maqam” atau tempat berdiri, Maqam Ibrahim bukanlah makam Nabi Ibrahim AS. Nama tersebut merujuk pada sebuah batu yang dalam tradisi Islam dikaitkan dengan Nabi Ibrahim AS ketika membangun Ka’bah bersama putranya, Nabi Ismail AS.
Batu ini menjadi salah satu peninggalan sejarah yang memiliki makna penting dalam pelaksanaan ibadah haji dan umrah. Keberadaannya juga mengingatkan umat Islam pada perjuangan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam membangun Baitullah.
Apa Itu Maqam Ibrahim?
Maqam Ibrahim adalah sebuah batu yang berada di dekat Ka’bah. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT menyebut Maqam Ibrahim sebagai salah satu tanda yang jelas di sekitar Baitullah.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 125:
“Dan jadikanlah sebagian maqam Ibrahim sebagai tempat salat.”
Ayat tersebut menunjukkan kedudukan penting Maqam Ibrahim dalam ibadah umat Islam. Setelah melaksanakan tawaf, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan salat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim apabila memungkinkan dan tidak mengganggu jamaah lainnya.
Kisah Nabi Ibrahim AS dan Pembangunan Ka’bah
Sejarah Maqam Ibrahim tidak dapat dipisahkan dari kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
Dalam tradisi Islam, Nabi Ibrahim AS diperintahkan oleh Allah SWT untuk membangun Ka’bah. Beliau kemudian bersama Nabi Ismail AS mengerjakan pembangunan Baitullah.
Ketika bangunan Ka’bah semakin tinggi, Nabi Ibrahim AS menggunakan sebuah batu sebagai tempat berpijak agar dapat mencapai bagian bangunan yang lebih tinggi. Batu tersebut kemudian dikenal sebagai Maqam Ibrahim.
Kisah ini menggambarkan kerja sama antara seorang ayah dan anak dalam melaksanakan perintah Allah SWT. Pembangunan Ka’bah juga menjadi simbol pentingnya ketaatan dan pengorbanan dalam kehidupan seorang Muslim.
Jejak Kaki Nabi Ibrahim AS
Salah satu hal yang membuat Maqam Ibrahim menarik perhatian adalah adanya bentuk yang menyerupai jejak kaki pada permukaan batu tersebut.
Dalam tradisi Islam, bentuk tersebut dikaitkan dengan bekas pijakan Nabi Ibrahim AS ketika beliau membangun Ka’bah.
Namun, penting untuk membedakan antara kisah dan tradisi keagamaan dengan klaim ilmiah mengenai kondisi fisik batu. Detail mengenai bagaimana bentuk tersebut terbentuk dan bagaimana batu mengalami perubahan sepanjang sejarah tidak seluruhnya dapat dibuktikan secara ilmiah.
Karena itu, Maqam Ibrahim lebih tepat dipahami sebagai peninggalan yang memiliki nilai sejarah dan keagamaan yang sangat kuat bagi umat Islam.
Mengapa Disebut Maqam Ibrahim?
Kata “maqam” dalam bahasa Arab dapat bermakna tempat berdiri atau tempat berpijak. Oleh karena itu, Maqam Ibrahim tidak berarti tempat pemakaman Nabi Ibrahim AS.
Hal ini penting diketahui karena masih ada sebagian orang yang keliru menganggap Maqam Ibrahim sebagai makam Nabi Ibrahim.
Maqam Ibrahim justru berkaitan dengan tempat Nabi Ibrahim AS berdiri ketika menjalankan tugas pembangunan Ka’bah.
Maqam Ibrahim dalam Pelaksanaan Haji dan Umrah
Maqam Ibrahim memiliki hubungan langsung dengan ibadah haji dan umrah.
Setelah melakukan tawaf, umat Islam dianjurkan untuk mengerjakan salat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim jika keadaan memungkinkan. Praktik ini mengikuti petunjuk yang berkaitan dengan Maqam Ibrahim dalam Al-Qur’an.
Dalam kondisi Masjidil Haram yang sangat ramai, jamaah tetap perlu memperhatikan keselamatan dan kenyamanan orang lain. Tidak perlu memaksakan diri untuk berada tepat di belakang Maqam Ibrahim apabila tempat tersebut penuh.
Perjalanan Maqam Ibrahim dalam Sejarah
Maqam Ibrahim telah mengalami berbagai perubahan dalam hal perlindungan dan penempatannya sepanjang sejarah. Batu tersebut kini berada di dalam sebuah struktur pelindung di area Masjidil Haram sehingga jamaah dapat melihatnya tanpa menyentuh secara langsung.
Keberadaan pelindung tersebut juga membantu menjaga batu yang memiliki nilai sejarah dan keagamaan tersebut dari kerusakan akibat banyaknya jamaah yang datang setiap tahun.
Maqam Ibrahim menjadi salah satu bagian dari berbagai peninggalan sejarah yang menunjukkan panjangnya perjalanan peradaban Islam di Makkah.
Nilai dan Pelajaran dari Maqam Ibrahim
Lebih dari sekadar sebuah batu, Maqam Ibrahim mengandung banyak pelajaran bagi umat Islam.
Pertama, tentang ketaatan. Nabi Ibrahim AS menunjukkan kesediaan untuk menjalankan perintah Allah SWT meskipun membutuhkan perjuangan dan pengorbanan.
Kedua, tentang kerja sama. Pembangunan Ka’bah dilakukan Nabi Ibrahim AS bersama Nabi Ismail AS. Kisah tersebut menunjukkan bahwa pekerjaan besar dapat dilakukan melalui kerja sama dan ketulusan.
Ketiga, tentang kerendahan hati. Meskipun mendapatkan tugas yang sangat mulia, Nabi Ibrahim AS tetap menjalankan perintah Allah sebagai seorang hamba.
Keempat, tentang warisan kebaikan. Ka’bah dan berbagai bagian sejarahnya terus menjadi pengingat bagi umat Islam dari generasi ke generasi.
Kesimpulan
Maqam Ibrahim merupakan salah satu peninggalan bersejarah yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Batu ini dikaitkan dengan tempat Nabi Ibrahim AS berpijak ketika membangun Ka’bah bersama Nabi Ismail AS.
Keberadaannya bukan hanya menjadi bagian dari sejarah pembangunan Baitullah, tetapi juga mengingatkan umat Islam tentang nilai ketaatan, pengorbanan, kerja sama, dan keikhlasan.
Ketika seorang Muslim melihat Maqam Ibrahim, yang seharusnya diingat bukan sekadar bentuk batu atau jejak yang ada di atasnya, tetapi juga perjuangan para nabi dalam menjalankan perintah Allah SWT.
- Penulis: Prof. Dr. Salamuddin, S. Ag, M.A.


Saat ini belum ada komentar