Temuan Situs Bongal Berpotensi Mengubah Sejarah Awal Islam di Nusantara
- account_circle Prof. Dr. Salamuddin, S. Ag, M.A.
- calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
- visibility 42
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tapanuli Tengah, Sumatera Utara — Sejumlah temuan arkeologi di Situs Bongal, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, dinilai berpotensi mengubah pemahaman mengenai sejarah awal masuknya Islam ke Nusantara. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyebut terdapat temuan yang mengindikasikan kehadiran Islam pada rentang abad ke-7 hingga ke-8 Masehi, jauh lebih awal dibandingkan narasi yang selama ini banyak menempatkan perkembangan Islam sebagai kekuatan politik pada sekitar abad ke-13 hingga ke-15.
Kepala Pusat Riset Arkeologi Prasejarah dan Sejarah BRIN, Irfan Mahmud, menyampaikan bahwa hasil ekskavasi di Situs Bongal membuka peluang untuk mengkaji kembali perjalanan awal Islam di Indonesia. Menurutnya, rentang waktu sekitar tujuh abad antara indikasi kedatangan awal tersebut dengan munculnya kerajaan-kerajaan Islam merupakan bagian penting dari sejarah yang masih perlu diteliti lebih mendalam.
Penelitian Situs Bongal juga dianggap penting karena dapat memperluas kajian sejarah Islam yang selama ini tidak hanya perlu dilihat dari pusat kerajaan atau kehidupan elite, tetapi juga dari kehidupan masyarakat biasa. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai bagaimana interaksi masyarakat dengan dunia Islam berlangsung pada masa awal.
Temuan ini sekaligus menunjukkan bahwa sejarah Islam Nusantara masih menyimpan banyak kemungkinan baru yang perlu dibuktikan melalui penelitian arkeologi, sejarah, dan kajian lintas disiplin.
Sumber: ANTARA News, 12 Agustus 2026; keterangan BRIN
- Penulis: Prof. Dr. Salamuddin, S. Ag, M.A.


Saat ini belum ada komentar